PDA 26 . Sejak pukul sebelas malam Abian tak bisa memejamkan mata. Padahal sejak di desa, ia terbiasa tidur lebih awal. Namun, malam ini gadis pemetik teh itu terlalu mengganggu pikirannya. Ancaman dan tekanan dari lelaki berkepala plontos tadi cukup menyita pikirannya. Ia memikirkan tentang keamanan gadis itu. Abian beranjak dari tempat tidur. Ia membuka laptopnya dan sejenak mengalihkan pikiran dan fokus pada layar monitor. Lelaki itu mengamati pergerakan grafik saham dari perusahaannya di Jakarta. Papanya menepati janji, bahwa ia akan mengurus semuanya, dan benar perusahaan terurus dengan baik. Namun, ia seolah tak cukup fokus dengan itu semua setelah satu jam berkutat dengan layar monitor. Pikirannya kembali teralih pada Haura. Abian bangkit dari duduknya, ia meraih jaket dan celan

