Seorang pemuda menatap lama layar gawai yang masih menyala sebelum kemudian meletakkan di atas nakas. Memiringkan tubuhnya, ia tatap bayi kecil di sampingnya, lalu memubuhkan satu kecupan di pelipis putrinya yang tak terganggu sama sekali. Lama ia perhatikan wajah mungil itu. Setelah puas menatapnya, barulah ia membaringkan badan seraya memejamkan matanya. Namun urung, karena suara tangis kecil membuat matanya yang baru dipejam kembali terbuka. Lantas ia tepuk-tepuk pelan putrinya sambil berselawat, tidak lama bayi itu pun kembali terlelap bersama dengan senandung selawatnya yang semakin mengecil. ***** Ainun menyugar rambutnya. Mengumpulkan menjadi satu dan menyanggulnya dengan rapi. Matanya masih terasa mengantuk. Menguap beberapa kali, barulah ia bangkit dari kasur dan melangkah
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


