Syamsul baru saja melepas pecinya ketika Zahara membuka pintu kamar. Ia menoleh, lantas tersenyum menatap wajah istrinya yang merajuk. "Insya Allah, besok kita ke sana, sekarang Abang gak bisa karena nanti malam ada takziah di rumah Bang Wan. Masa istri Abang yang cantik ini bisa lupa, sih!" katanya seraya mendekat lalu mencubit pucuk hidung Zahara dengan gemas. Senyum pun tak jua lepas dari bibirnya. Tadi pagi istrinya ini mengajaknya untuk berkunjung ke tempat Ainun. Alasannya ia sudah terlalu rindu pada sahabat yang mencakup adik iparnya itu. Padahal mereka baru berpisah setelah nisfu kemarin, tapi sekarang ia sudah merindu lagi. Syamsul menggeleng kepala tak habis pikir dengan keakraban adik dan istrinya ini. Zahara diam membisu, tetapi manik matanya tetap membalas tatapan Syamsu

