26 | Menunggu Waktu Itu Tiba

1423 Kata

Ainun meringkuk di atas kasur sambil meringis memegang perutnya. Sepulang dari shalat 'Ied dan berziarah ke kubur abinya, ia mendapatkan tamu bulanannya, setelah selama sebulan penuh kemarin ia tak mendapatkannya. Rasa nyeri membuatnya tidak bisa melakukan apa-apa. Sudah lebih dari dua jam ia meringkuk di kamar. Tamu yang datang pun hanya disambut oleh Mak, Abang, dan Zahara saja. "Gimana perut kamu, masih sakit?" Setelah tamu terakhir pulang, Hanum yang mencemaskan anak gadisnya pun menengoknya ke dalam. Ainun membuka matanya yang terpejam. "Masih." Suaranya bahkan terdengar lirih. Hanum berbalik keluar tanpa berkata apa-apa lagi. Tak lama kemudian ia kembali dengan membawa sebotol air. "Taruh ini di atas perut kamu." Ainun mengambil botol air yang diberikan Hanum padanya. "Un

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN