Beberapa bulan setelah kepergian Zulfikar, Ainun mulai merasa terbiasa. Meskipun masih ada sisa-sisa kerinduan terpatri di lubuk hatinya yang paling dalam. Ia mencoba mengikhlaskan semua yang terjadi padanya. Rencana pernikahannya setelah lebaran kemarin pun dibatalkan. Hal tersebut tentu saja membuat Ainun kecewa, tetapi sekuat hati ia terus mengatakan kepada dirinya sendiri bahwa semua yang terjadi adalah rencana Allah untuknya. Mungkin saja di depan sana, Allah telah menyiapkan sesuatu yang lebih baik sebagai pengganti atas kesabarannya. Hari-hari yang ia lalui pun kini berjalan seperti biasanya. Tidak ada lagi duka dan nestapa yang menghiasi wajah ayunya. Beberapa bulan yang lalu Ainun sempat berpikir, kalau ia tidak akan bisa melalui hari-harinya. Namun ternyata pikirannya itu s

