"Kamu masih sama aja, ya, suka godain aku." Zahara pura-pura merengut. "Maklumin aja, Ra, aku terlalu kangen sama kamu...," sama Zulfikar juga. Batin Ainun. Kedua tangannya masih sibuk memindahkan menu yang dibeli tadi ke wadah masing-masing. "Makanya, ayo, kita pulang!" "Nanti kalau libur pasti aku pulang lah, Kak! 'Kan gak mungkin juga aku di sini terus." Setiap gerak gerik Ainun tak luput dari pengamatan Zahara. Ia perhatikan adik iparnya itu lekat-lekat, mencari sesuatu yang ganjil di sana, tetapi tak ia temukan. Menarik napas dalam-dalam lalu ia embuskan perlahan-lahan. "Dari pertama kali kamu terima ngajar di sini, aku udah penasaran banget, loh, Nun, ingin tau alasannya apa. Di tempat kita 'kan ada juga Taman Kanak-kanak, kenapa mesti jauh ke sini kamu mengajarnya?" Ai

