Mengenang hari itu, membuat Daniel menghentikan usapan jemarinya pada wajah Kaniya. Seolah dirinya membeku, tidak ada pergerakan apa pun dari Daniel untuk beberapa saat setelahnya. Pria itu hanya diam memerhatikan wajah pucat Kaniya yang masih memejamkan kedua mata dengan beberapa bulir keringat dingin membasahi kening gadis itu. Perasaan cinta bercampur banyaknya emosi di dalam Daniel saat ini membuat pria itu akhirnya menarik tangannya kembali. Menghela napas dengan panjang, menatap Kaniya dengan pandangan sendu penuh kerinduan. Diamandisnya, gadis yang sangat dicintainya, jika Daniel bisa mengulang waktu kembali, tidak bisa dipungkiri bahwa mungkin dirinya akan mau mengulang hari itu kembali. Di mana dirinya untuk pertama kali bisa memotong jarak di antara mereka berdua, di mana dirin

