Daniel duduk diam sembari memerhatikan Kaniya menikmati bubur buatannya. Tidak ada yang tahu bagaimana sesaknya perasaan Daniel saat ini ketika sekali lagi dirinya terjebak dalam ingatan lama mengenai Diamandis. Jika boleh jujur, saat ini Daniel ingin datang memeluk tubuh Kaniya dan memaki gadis itu habis-habisan karena telah membuang dirinya di masa lalu. Daniel ingin menertawakan keputusan Diamandis dulu yang telah membuangnya dan berakhir membuatnya menderita hingga harus mengalami kematian tragis seperti itu. Jika saja gadis itu memilihnya, semua tidak akan menjadi seperti ini. Kenyataannya Daniel tidak bisa memutar waktu kembali. Semua sudah terjadi, dan Diamandis telah menjadi Kaniya yang sama sekali tidak mengenalnya. Apa yang bisa dilakukannya untuk meluapkan semua emosi yang sel

