Di sepanjang jalan pusat ibu kota Amara sejak tadi tak henti-hentinya menunjukkan ekpresi wajah sumringah. Surai panjang nan hitan terurai miliknya bagian tak tertutup terbang-terbang karena tertiup angin. Perempuan cantik memiliki bibir tipis merah muda itu menghirup sejuknya udara malam setelah turun hujan. Kedua tangannya melingkar ke perut dengan jari saling bertaut ia menempelkan wajah ke punggung Arkha yang kini sedang fokus menyetir motor. Mereka berdua berpakaian sama-sama menggunakan jaket hitam berbahan kulit. “Dingin banget hawanya, Kha!” Amara bergidik mencengkeram pinggiran jaket suaminya. Deru suara motor mengiringi perjalan kedua insan merupakan suami istri itu. Amara tidak tahu entah ke mana Arkha akan membawanya. Sejak tadi mereka hanya berputar-putar melewati jalana

