"Kiss to Mommy," pinta Jae menyodorkan pipi pada Putranya. Seperti biasa setelah melakukan ritual wajib sebelum berpisah untuk beberapa jam kedepan, mereka saling melambaikan tangan sampai salah satu diantara mereka ada yang menghilang dari pandangan masing-masing. Senyum Joe luntur mulai luntur ketika memasuki area kelas, yang sejujurnya kurang ia sukai. Bukan suasananya, tapi teman-teman sekelasnya yang menganggap Joe aneh dan mereka juga yang mengolok-oloknya karena tidak mempunyai seorang Ayah dan olokan lainnya. Tapi sekarang Joe memiliki seorang Ayah, Daddy David. Joe juga ingat perkataan David kemarin yang sangat meyakinkannya, kalau ia adalah anak David. Tentu si kecil Joe menyukainya mendengar bahwa dirinya mempunyai seorang Ayah. Apa dia benar-benar Daddy-ku? Aku harap beg

