Bunyi dentingan jam di atas nakas terdengar begitu jelas di tengah keheningan kamar tamu keluarga Parker. Setelah menangis cukup hebat di pantai karena trauma yang kembali kambuh, David mendekap Jae ke dalam pelukannya tanpa memperdulikan berontakkan yang bruntal menolak sentuhan pria itu. Kau tahu maksud dari perkataannya tadi? Ingin membahagiakanmu bersama Joe—anak kalian. Perkataan itu seolah bicara pada diri Jae sendiri. Sejujurnya Jae merasa janggal kerap kali menyebut atau mendengar Joe adalah anaknya bersama orang lain. Karena tanda kepemilikan yang ia tanamkan pada dirinya sendiri selama ini ‘Joe adalah anaknya seorang’ bukan bersama orang lain atau siapapun. Kata jamak yang membuat perasaan Jae begitu asing dibuatnya, sehingga perutnya merasakan mual karena memikirkannya. Jae

