Ia coba memikirkan banyak konsekuensi ke depan, jika ia benar - benar goyah. Jika saja ia gagal move on, memilih Azam karena hanya mirip dengan Asa, ke depannya bukan hanya Azam yang tersakiti karena berhubungan dengan perempuan yang tidak mencintainya, hanya menganggapnya sebuah subtitusi karena tidak mendapatkan adiknya. Dan ia sendiri tentu akan menanggung banyak kesakitan. Karena dengan menjadi pasangan Azam, secara otomatis ia menjadi satu keluarga dengan Asa. Mereka aka sangat sering ketemu. Pasti situasi akan tidak nyaman, canggung, ah .... "Lis ... tuh ditunggu cowok di depan." Suster El yang baru selesai keliling segera menghentikan Suster Lisa dari lamunannya. Suster Lisa terkejut sekali. "Kenapa, El?" "Ahelah, makanya jangan ngelamun melulu ngapa. Itu, Lo ditunggu sam

