Pikiran Suster Lisa melambung pada sore tadi saat ia dan Sushi makan bersama di kantin rumah sakit. Obrolan asyik Sushi, tawa renyahnya, senyum manisnya, sikap hangatnya. Semua sudah mengambil hati sang Suster. Terlebih mereka berdua dihubungkan dengan persamaan nasib, tentang circle tikungan tajam. Kata - kata Sushi tadi sore, membuat Suster Lisa seakan terjun menjadi seorang tokoh utama dalam sebuah drama Korea, yang ceritanya begitu manis, seperti mimpi yang begitu indah. "Kamu sadar nggak sih, setiap kita bertemu, itu selalu nggak sengaja. Dan kalau aku hitung, udah tiga kali kita saling ketemu tanpa disengaja." Sushi menunjukkan tiga jarinya yang pajang - panjang. "Oh, ya? Masa udah tiga kali aja? Eh, tapi emangnya kenapa kalau udah tiga kali?" Suster Lisa betulan bingung. "

