"Ke mana aja lo? Gue udah muter - muter sekolah. Gue telpon lo, tapi yang jawab operator. Kemana handphone lo? Jatoh? Rusak?" Aku segera mengomel padanya. Meskipun bibirku mengomel, tapi sejujurnya aku merasa khawatir. "Naskah gue udah selesai. Berkat lo jalan ceritanya sesuai sama target gue di awal. Lo harus cepet baca, dan lihat sendiri gimana hasilnya." Aku menyodorkan laptop padanya. Theo hanya memandang laptop ini tanpa ada niat untuk mengambilnya. "Gue harus buru - buru pergi, Li.". "Pergi? Maksud lo?". "Ada urusan penting yang nggak bisa gue tinggalin.". "T - tapi ...." Aku bahkan tidak sanggup melanjutkan kata - kataku. Apa - apaan dia itu? Kenapa sikapnya selalu aneh? "L - lo lagi ngerjain gue, kan?". Theo menggeleng. "Gue serius harus pergi." "T

