"Ya elah, bercanda kali, Li!" katanya sembari memegangi pelipis. "Lagian sebagian besar dari cerita ini juga kebanyakan cuman khayalan. Momen asli lo sama Chico cuman sepersekian persen. Nggak salah dong kata - kata gue tadi? Jadi jangan tersinggung berlebihan!" Aku menggaruk kepalaku yang tidak gatal. Benar juga. Isi dari naskah ini sebagian besar adalah hubungan romantisku dengan Chico dalam dunia khayalan. Benar kata Theo. Seharusnya aku mengarang sesuatu yang lebih, mengimprovisasi acara kencan dengan Chico kemarin, agar terasa berkesan dan membuat pembaca terbawa suasana juga terbawa perasaan. Tapi yang kulakukan hanya menulis kembali apa yang kami lakukan kemarin. Di mana kami hanya jalan berdua dan makan Choco Banana. "Kayaknya gue udah mulai bosen sama ini naskah," keluhku.

