Sampai di dalam taksi online, Ruma masih coba menghubungi Azam terus. Tapi yang bersangkutan sama sekali tidak memberi tanggapan. Chat yang dikirimkan oleh Ruma dan yang lain pun sama sekali tidak dilihat, apa lagi direspons. Mereka semakin ketar - ketir. Semakin takut. Semakin banyak dugaan yang tidak - tidak dalam kepala mereka. Hati mereka begitu khawatir, was - was, takut, tidak menentu, semua menjadi satu. Ditambah lagi mereka masih sangat lelah. Tadi pagi di rumah sakit membantu Ruma beres - beres, lalu mengurus administrasi kepulangan Ruma, kemudian mengangkat semua barang, perjalanan pulang, sampai di rumah beres - beres lagi mengembalikan semua barang dalam tempatnya. Baru mau istirahat, baru berbaring sebentar. Beberapa beruntung sudah sempat tertidur. Tapi ada juga yang be

