Azam mendorong kursi roda Asa menuju kembali ke Andromeda 4. Mereka sudah selesai konsultasi dengan dokter Nicholas dan juga dokter Fatiha dari fisioterapi dan ortopedi. Saatnya mereka kembali ke kamar, dan lanjut mencoba menghubungi keluarga mereka untuk memberi tahu kabar bahagia tentang kesadaran Asa. Namun sampai sana, Asa dan Azam sama - sama terkejut saat tahu pintu terbuka. Terdengar suara - suara pula dari dalam. Sepertinya kepanikan sedang terjadi di dalam sana. "Abah kok belum balik juga ya, Mi." Suara Ruma. "Jangan - jangan ada berita kurang baik, jadinya Abah perlu waktu buat sampein ke kita." "Sst ... jangan mikir aneh - aneh, Nduk. Kamu yang tenang. Kita berdoa aja yang terbaik." Umi seperti biasa selalu menenangkan putrinya. "Bu Anis dan Pak Rahman juga yang tenang y

