Abah pun menurut. Lelaki itu berjalan gontai memasuki ruangan. "Assalamualaikum." Abah sudah di dalam tapi baru ingat, lupa baru mengucapkan salam. "Waalaikum salam," koor semua orang. "Bah, ayo sini. Abah tercengang pasti karena nggak nyangka kalau Asa udah sadar kan, kan?" Umi benar - benar antusias. Asa segera meraih tangan Abah saat lelaki itu sudah dekat. Mengecup punggung tangan sang mertua. "Alhamdulillah kamu udah sadar, Sa." Saking speechless nya, Abah sampai bingung harus bagaimana. Ya sudah, ia ikuti alur saja. Pura - pura tidak tahu bahwa Asa sudah sadar. Pura - pura begitu bahagia layaknya baru tahu jika Asa sudah sadar. Ya, Abah hanya bisa pasrah. *** Azam melangkahkan dua kaki jenjangnya menghampiri wanita yang begitu spesial di hatinya itu. Yang kini tengah b

