JALAN

715 Kata

Raziel bukan melajukan mobilnya ke jalan pulang. Ia memutuskan untuk menerima sebuah tawaran yang sempat ia tolak, akibat ia anggap gila. Sesekali pemuda itu menarik napas dalam. Berharap ini adalah keputusan terbaik. Ia tak harus menjual mobil, sehingga orang tuanya tak perlu tahu jika ia punya hutang. Hutang-hutangnya akan lunas. Tak perlu lagi melakukan pekerjaan paruh waktu yang melelahkan, sehingga ia bisa fokus skripsi. Dan pastinya ia akan bisa lebih membahagiakan Wedhar, tanpa harus banyak hutang lagi. Ya meskipun akan terlibat hutang lagi, setidaknya akan ia lakukan pada bank konvensional yang jelas dan diawasi OJK. Bukan pada bank titil, alias bank ilegal yang melakukan penagihan hampir setiap hari, dengan bunga yang terus membengkak. Takut sudah pasti. Tapi ini adalah pilihan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN