Rupanya Chico ke sini ingin membaca naskah ceritaku. Katanya ia penasaran dengan tema yang sudah kudapatkan. Meskipun aku sedikit malu, tapi aku tidak mungkin menolak permintaan Chico kan? Akhirnya aku tetap memberikan laptop - ku padanya. Bagaimana nanti kalau Chico sadar bahwa yang menjadi tokoh utama pria di sana adalah dirinya? Ah, tapi itu tidak mungkin. Karena ceritanya kan melenceng jauh dari kenyataan aslinya. Saat Chico berkomentar tentang jalan cerita naskah novelku yang katanya bagus, sambil sesekali tertawa membaca bagian yang lucu, ia memujiku beberapa kali. Mungkin karena sudah terbiasa, sekarang rasa gemetarku saat berhadapan dengan Chico sudah banyak berkurang. Jadi sedikit banyak aku sudah bisa bercanda dengannya seperti sepasang teman yang akrab. "Gue ke toilet

