NGOMEL

1080 Kata

Pelajaran matematika setelah olah raga sama sekali bukan kombinasi yang tepat. Apalagi setelah perut kami kenyang dengan semua makanan dari kantin tadi. Yang ada justru rasa kantuk luar biasa. Aku bahkan beberapa kali tertidur. Untung Bu Siska tidak lanjut menerangkan bab berikutnya. Beliau sepertinya sedang ada urusan sehingga memberikan kami tugas untuk dikumpulkan nanti. Dan sekarang beginilah kami, berkumpul menjadi beberapa kelompok. Mengerumuni mereka yang konon katanya jenius matematika, dan membiarkan kami yang bodoh ini menyalin jawaban mereka secara terlampau bebas. "Penghapus!" seruku. Tidak ada tanggapan. "Penghapus!" seruku lagi. "Aish ... Berisik lo! Mau lo panggil seribu kali juga nggak bakal dateng itu penghapus." Ichal malah mengomel. "Y

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN