"Ngapain aja sih lo?" mulai Luna. "Ditugguin dari tadi lama amat!" Ichal kali ini. Hanya Lintang yang tidak banyak protes. Tapi dari rautnya terlihat bahwa ia juga penasaran dengan apa yang kulakukan, hingga mereka harus menunggu. Aku hanya mengedikkan bahu, enggan menjawab pertanyaan mereka. Aku berjalan cepat mendahului mereka. Membuat mereka semakin geram dan mengomel lebih banyak. Terserah lah. Aku tidak terlalu peduli. Karena otakku masih sibuk memikirkan keanehan Theo. *** Apes memang tak bisa dihindari. Ketika tiba - tiba motorku terasa janggal, tidak seperti biasa. Hingga akhirnya ada yang berteriak, "Mbak, bannya bocor!" Aku segera turun dan melihat ban belakang motor yang sudah kempes, tanpa angin sama sekali. Tak ada pilihan lain kecuali menuntun kendaraan

