"Hmh ... sebenarnya bisa aja aku nitip name tag itu ke temennya Suster Lisa. Tapi aku nggak melakukannya." Azam ternyata memberikan syarat bahwa ia akan mengatakan alasannya. "Kalau boleh tahu, kenapa Mas Azam nggak mau nitipin name tag aku ini?" Suster Lisa yang memang sudah penasaran, segera memancing Azam untuk segera mengatakan saja alasannya. Sebenarnya Suster Lisa cukup deg - degan juga. Ada beberapa kemungkinan jawaban dalam benaknya. Tapi ia tidak mau menerka - nerka. Karena itu tidak baik untuk hatinya. Apa lagi jika ternyata pikirannya itu meleset. Sakit karena patah hati cintanya tak kesampaian pada Asa saja masih tersisa, Suster Lisa tidak mau menambah rasa sakitnya. Karena itu sangat menyiksanya. "Ya karena aku ingin bertemu dengan Suster Lisa secara langsung." Azam me

