"Si Azam tadi ke mana, ya, Ruma?" tanya Anis setelah berusaha mencari putra sulungnya itu di lorong sekitar Andromeda 4. "Mungkin beli makanan di kantin, Buk," jawab Ruma yang juga tidak tahu keberadaan sang kakak ipar. Ruma sedang memandangi wajah damai Raziel yang tertidur dalam gendongannya. "Duh ... ke mana, sih, si Azam. Mana nggak pamit perginya." Anis nampak benar - benar khawatir. Ya, Azam memang sudah dewasa, usianya sudah 22 tahun. Tapi Anis tidak bisa lepas jauh dari Azam. Mengingat kondisi mental putra pertamanya yang memang membutuhkan perlakuan khusus. Apa lagi sejak tahu Asa sakit, Azam banyak menerima kabar mengejutkan. Sejauh itu Azam pasti sudah berusaha menahan dirinya untuk tidak kambuh. Berusaha kuat. Ia pasti tertekan meski berusaha tidak menampakkan. Anis h

