Ia ingin memeluk Asa. Tapi takut jika pelukannya akan membuat Asa kembali sakit. Ia berakhir hanya menggenggam jemari adiknya itu. Menggenggam dengan cukup erat. "Tadi dokter Nicholas hanya bilang kondisi kamu udah kembali stabil. Aku bersyukur. Dokter Nicholas nggak bilang apa - apa kalau kamu sudah sadar. Makanya aku kaget banget lihat kamu udah bangun kayak gini." Asa lagi - lagi tersenyum. "Aku yang minta dokter Nicholas untuk nggak bilang apa - apa." "Astaga ... kamu ini ada - ada aja Sa." "Tapi Mas Azam seneng kan aku akhirnya sadar?" "Pertanyaan macam apa itu, Sa? Tentu aku seneng banget kamu akhirnya sadar." "Alhamdulillah kalau gitu." "Astaga sa ... orang - orang baru aja pulang. Palingan sekarang baru sampe rumah. Kenapa kamu sadarnya nggak dari tadi aja, sih? Kas

