"Yah ... pertama - Tama, tentu Mas harus minta maaf sama kamu. Mas udah banyak banget salah sama kamu. Banyak hal kamu, yang nggak bisa kamu dapat, karena keegoisan Mas. Maafin aku ya Sa." "Bukannya Mas udah terlalu banyak minta maaf? Perasaan setiap ngobrol sama aku, Mas selalu aja minta maaf. Aku sampai kayak udah bosen gitu dengernya." Keduanya terkikik karena ucapan Asa. Kalau dipikir - pikir, ya memang betul. Setiap ada kesempatan bicara pada Asa, ia memang selalu menyempatkan diri untuk meminta maaf. Saking banhak kesalahan yang ia lakukan hingga merugikan adiknya itu. "Justru aku kali, Mas, yang seharusnya minta maaf," lanjut Asa. Azam mengernyit. "Kamu minta maaf sama aku? Ngapain sa? Emangnya kamu pernah bikin salah apa sama aku?" Azam benar - benar heran, tak habis pikir

