Meskipun kemungkinannya sangat kecil, tapi si kecil itu tetaplah sebuah kemungkinan yang masih bisa diusahakan. Doakan saja aku beruntung dan sukses. Di sini aku akan membuat Yulia sebagai tokoh antagonis yang suka menyiksaku. Dan sekarang aku justru menertawakan hasil tulisanku sendiri yang melenceng jauh dari kenyataan. Tapi tidak sepenuhnya melenceng sih. Yulia memang kerap menyiksaku. Menyiksa batinku yang selalu merana karena api cemburu. Tak terasa aku sudah menyelesaikan BAB I. Dan Theo harus mau menjadi relawan untuk membacanya. Aku terus memaksanya sampai ia mau sejenak meninggalkan tugas Sosiologi - nya untuk membaca tulisanku. "Pokoknya kalo ada yang aneh lo harus bilang. Awas kalo nggak!" ancamku padanya. "Iya-iya ngerti." Theo segera membalik laptopku seh

