Ali bersandar di kursi empuk di salah satu sudut rumah megah keluarganya, menatap langit sore yang mulai berubah jingga. Suara riuh anak-anak kecil berlarian di halaman luas, tawa sanak saudara yang berbincang di ruang tamu, dan aroma makanan khas lebaran memenuhi udara. Suasana rumah begitu meriah, penuh kehangatan. Di meja panjang, hidangan melimpah tersaji—ketupat, rendang, opor ayam, dan berbagai kudapan manis yang selalu ada setiap tahun. Para tamu terus berdatangan, saling bersalaman dan bertukar cerita. Semua tampak bahagia. Tapi di tengah semua kemewahan dan kebersamaan ini, pikiran Ali melayang ke tempat lain. Ke Bandung. Ke tempat Senja merayakan lebarannya tahun ini. Ponselnya tergeletak di atas meja marmer di depannya, layar masih menyala, menampilkan percakapan terakhir m

