Ditawari Pulang

2249 Kata

Alih-alih memikirkan Athaya, lebih baik ia pikirkan cowok lain lah. Untuk apa repot-repot memikirkan seseorang yang sudah punya pacar? Toh, buang-buang waktu saja. Lagipula, kalau memang bukan untuknya, ya sudah. Selesai. Dan di saat ia sedang mencoba mengalihkan pikirannya, matanya menangkap sosok yang baru saja menuruni beberapa anak tangga di depannya. "Rakhan!" Tanpa sadar, ia langsung memanggil nama itu. Rakhan menoleh dengan santai, langkahnya masih tetap stabil menuruni tangga. Gaya pakaiannya khas anak gaul kampus—celana jeans yang sedikit longgar tapi tetap pas di badan, kaos putih yang dipadukan dengan kemeja flanel yang dibiarkan terbuka kancingnya, serta tas ransel yang disandang di satu bahu. Sekilas, ia terlihat seperti karakter utama di film-film remaja; effortle

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN