Ingin Menyibak Rahasia

2014 Kata

"BABYYYY!" Shenzy berlari ketika Athaya tiba di fakultas. Ia memang berlari dari belakang, karena Athaya sampai lebih dulu di fakultas ini. Rambutnya yang tergerai tertiup angin pagi, dan wajahnya dipenuhi semangat saat melihat lelaki itu. Dengan langkah cepat, ia mendekatinya, lalu tanpa ragu menggandeng tangannya. Namun, anehnya, Athaya justru melepaskan genggaman itu dengan ekspresi datar di wajahnya. "Aku puasa," ucapnya singkat. Penolakan itu terasa menampar hati Shenzy. Tangannya yang baru saja menggenggam erat kini tergantung di udara, kosong dan kehilangan pegangan. Ada rasa nyeri yang menyelinap di dadanya, namun ia mencoba mengabaikannya. Matanya menatap Athaya dengan penuh tanya, berharap mendapatkan jawaban lebih dari sekadar dua kata tadi. "And then what is the problem?" t

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN