Untuk Adeeva

1973 Kata

"Lo mau ikut? Gue mau keluar." Tumben banget Athaya menawarkan diri. Biasanya, cowok itu pergi begitu saja tanpa permisi, tanpa basa-basi, tanpa merasa perlu ngajak dia. Adeeva menatapnya dengan curiga. Lebaran tinggal dua hari lagi, dan sejak pagi dia sudah sibuk membantu ibu mertuanya serta kakak-kakak iparnya menyiapkan makanan untuk perayaan. Sementara Athaya? Ya begitulah. Keluar masuk rumah sesuka hati, lebih banyak menghabiskan waktu di luar daripada ikut membantu. Adeeva, yang sedang sibuk memotong-motong ketupat, hanya melirik sekilas sebelum kembali fokus ke pekerjaannya. "Gak mau?" tanya Athaya lagi. "Enggak!" jawabnya cepat, tanpa ragu. Ditolak mentah-mentah. Athaya menghela napas, kelihatan sedikit kecewa, tapi tidak memaksa. "Oke." Tanpa banyak bicara, cowok itu mengam

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN