Ama berjalan cepat diikuti oleh Mus dan Gendhis yang mengejarnya kualahan. "Tungguin woy!" pekik Mus sedikit berlari bersama Gendhis. "Ma! Tungguin, woy!" Ama berhenti di salah satu bangku yang ada di dekat pagar lantai tiga, ia duduk di sana disusul Gendhis dan Mus yang terengah-engah mengikuti langkahnya. "Lu jalan ngebut banget, Ma. Padahal lu paling pendek di antara kita bertiga!" protes Gendhis. "Ini yang dinamakan gak semua orang yang jalannya cepet itu harus tinggi," balas Mus. "Iye bener banget, gue juga heran," ujar Gendhis kipas-kipas. "Aku gak mau Xin bertindak lebih, dia kalo marah bisa aja buat manajer sama kasir itu dipecat." "Loh ya bagus dong," ujar Mus semangat. "Iya Ma, biar tau rasanya mereka udah curiga sama elu," dukung Gendhis. "Bukan gitu masalahnya ...."

