Hanya Demi Fabi

1011 Kata

Meskipun Ama sudah hampir menangis, Xin tetap pada pendiriannya, ia mengajak Ama ke toko kosmetik yang mana di sana sangat banyak alat kecantikan beserta make up yang Ama tak tau apa namanya. Lalu bagaimana Ama tau cara memakainya kalau ia saja tak tau apa fungsi alat-alat itu. "Mari silahkan, Kak. Mau cari apa?" Ama hanya tersenyum kaku, ia melirik Xin yang terlihat cuek. Harusnya Ama sadar kalau ia tak bisa mengharapkan Xin bisa membantunya. "Em, saya pemula dalam hal make up Mba, boleh kasih tau saya, untuk pemula kita bisa pakai apa dulu ya?" Pelayan toko itu tersenyum lebar, mungkin ia ingin tertawa tapi tak mungkin berani nenertawakan pelanggan. "Dengan senang hati Mba, silahkan Mba bisa coba pakai basic skin care untuk pagi hari aja Kak, di antaranya Kakak bisa pakai Cleansing

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN