Waktu terus bergulir, Ama sudah keluar dari rumah sakit setengah tahun yang lalu. Di waktu itu pula, berirlta tentang pembullyan Ama sudah lenyap, digantikan berita-berita mesra yang sengaja dibuat Fabi sendiri. Xin diam saka, tidak menyetujui atau merespon apa-apa. Di beranda media sosialnya, hanya ada foto-foto pekerjaan dan pembahasan membosankan seperti buku-buku akademik dan beberapa list reverensi kalkulus untuk mahasiswanya. Ama kepada Xin semakin hari semakin dingin, tetapi Xin malah yang berbalik mengejarnya sampai selalu mencari alasan untuk mangkir kencan dengan Fabi. Sementara Fabi, ia juga sudah tidak pernah mengganggu Ama secara fisik, tetapi masih membullynya secara non fisik. Itu karena sang ayah tiri memintanya berhati-hati karena membungkam kesalahan biayanya mahal, l

