Xin menghampiri Bi Darti yang sedang membersihkan kolam, ia ingin tau bagaimana keadaan Ama lewat Bi Darti, tetapi Ama kemudian keluar dari area kolam dan menatapnya sejenak. Tatapan itu jelas tatapan marah, kalau dipikir-pikir, Ama memang seram kalau sedang marah. "Bi!" panggilnya. "Ada apa Den?" tanya Bi Darti menghentikan kegiatannya. "Ama curhat apa aja sama Bi Darti, tadi?" Xin duduk di kursi pantai yang tersedia empat di pinggir kolam kanan dan kiri, masingcmasing dua. "Tadi?" Bi Darti bingung dengan kondisi Xin dan Ama itu, memang pada awalnya hubungan mereka tak memiliki titik terbaik. "Iya, tadi dia ada curhat sama Bibi, kan?" "Enggak, kami cuma membicarakan kolam dan keinginannya untuk bisa renang. Tadi sih Ama ngajakin saya vuat renang bareng, tapi kan saya juga gak b

