Ama selalu menghindari Xin dalam hal apapun, bahkan ketika sarapan pagi Xin bicara saja tidak ditanggapi oleh Ama. "Syl, nanti berangkat sama pulang bareng ya, aku mau ngomong." Ama diam, ia tak memiliki respon apa-apa. Ia bahkan makan dengan cepat dan tak pernah menatap Xin sedikitpun, melirik saja tidak. "Syl, maaf ya kalo aku salah." Ama masih diam, lalu ia membawa alat makannya ke dapur. Sementara Xin sudah bingung sendiri bagaimana membuat Ama bersikap biasa lagi padanya. Di kampus pun sama, saat Xin mengajar Ama menampilkan wajah datar dan tidak bersemangat. "Kenapa sih, Ma? Tuh Dosen kayak ngeliatin lo mulu, kalian ngambekan?" "Ssstt jangan bahas dia, orang nyebelin." "Dih, lo yang ngambek ternyata." "Mus!" "Ya Pak!" Mus langsung bangkit dari duduknya dan menciut ketika

