Suara ... Irish Lana Soetanto. Jantung Axel berdetak kencang. Siapa yang dimaksud Irish. “Ya, begitulah, Rish. Om pikir dia sama keras kepalanya dengan Axel, nyatanya tidak. Dia memilih mundur, setelah Om bicara tentang keluarganya,” jawab sang papa, membuat bukan hanya jantung Axel yang semakin berdegup kencang. Hatinya juga sakit seperti diremas-remas, bahkan layaknya disayat belati yang tajam. “Terima kasih, Om. Harusnya dari dulu aku meminta bantuan Om Alfred buat mengatasi Debbina.” Axel tersenyum miris, harusnya saat Debbina meminta izin resign berpikir lebih jauh dengan kemungkinan yang ada. Seperti sekarang. Dia jadi tahu. Ternyata sang papa yang mengancam Debbina demi Irish. Ingin rasanya dia tertawa terbahak-bahak sekarang. “Axel?” Axel melihat ke depan di mana Irish ter

