Sebelumnya.... Axel pulang ke rumah, terus langsung mendatangi sang papa yang mungkin saja sedang berada di ruang kerja. Benar sekali dugaannya ternyata sang papa sedang membaca grafik perusahaan yang dipimpin kakak sulungnya, alias Axton. Setelah duduk, Axel cukup lama terdiam sampai sang papa bertanya. “Kamu ada perlu apa datang kesini?” Tanya sang papa. “Pad, ijinkan aku untuk meminang Debbina,” pinta Axel. “Aku beneran menyukai Debbina, Pad, tolonglah restui hubungan kami.” Sang papa melirik tajam. “Sepertinya kamu tidak takut yah dengan ancaman Padre, atau kamu menantang?” “Tapi aku beneran menyukai Debbina, dan aku sama sekali tidak mempunyai perasaan terhadap Irish, tolong pahamilah perasaanku, Pad?” “Apa gadis itu memohon ke kamu untuk berbicara tentang hubungan kalian?” A

