Kedatangan Axel ke kediaman keluarga Pratama bisa diacungi jempol. Berani juga. Sebab, selama hidupnya dia belum pernah datang ke rumah seorang wanita. Apalagi bertujuan untuk meminta restu berpacaran dengan anaknya. Saat menginjakkan kaki di rumah itu, mau tidak mau Axel harus siap dengan segala kemungkinan yang ada. Termasuk jika sang tuan rumah menolak niat baiknya, dan semesta tidak ikut memberinya harapan. Namun, apa salahnya mencoba terlebih dahulu bukan? Lagipula selama mengenal Debbina beberapa bulan ini, gadis itu jauh dari kata memanfaatkan kekayaannya. Maksudnya, bukan mentang-mentang dia menyukai gadis itu, lantas mengambil kesempatan untuk memeras hartanya. Tidak. Justru semakin dia mendekati Debbina, semakin pula gadis itu menjauh. Entah jual mahal, atau memang tidak m

