bc

Benih Lima Milyar Duda Arogan

book_age18+
938
IKUTI
11.0K
BACA
contract marriage
HE
arrogant
heir/heiress
blue collar
drama
bxg
bold
like
intro-logo
Uraian

Warning 18+

"Tuan, saya mohon. Jangan lakukan ini! Tolong, Tu–”

"Diam!" Sebuah tamparan melayang tepat ke wajah wanita yang kini ada di bawah tubuhnya.

"Jika kamu berisik, maka saya akan membunuhmu!" ancam pria itu tak ingin dibantah.

Malam itu Alex pulang dalam keadaan mabuk hingga dia tanpa sadar menodai Naura–pelayan yang bekerja di mansionnya. Alex yang menginginkan seorang anak, akhirnya sepakat untuk nikah kontrak dengan Naura. Naura terpaksa menerima tawaran itu karena membutuhkan uang untuk biaya pengobatan ibunya.

Alex adalah seorang duda yang terkenal arogan. Malam itu orang tuanya meminta dia untuk menikah lagi dan memiliki keturunan. Namun, dia masih menyimpan trauma terhadap pernikahan. Jika dia tidak memiliki keturunan, harta kekayaan orang tuanya tidak bisa dia miliki sepenuhnya.

"Lahirkan anak untukku dan aku akan membayarmu lima milyar! Setelah anak itu lahir, kamu boleh pergi dan tinggalkan anak itu!"

"Kita hanya menikah kontrak, dan jangan pernah berharap kalau aku akan mencintaimu! Kamu hanya wanita yang aku beli untuk mengandung benihku," ucap Alex dengan angkuhnya.

Apakah sampai akhir kontrak pernikahannya, Alex akan tetap bersikap kejam dan angkuh pada Naura? Atau seiring berjalannya waktu cinta malah hadir dan Naura akan jadi istri sepenuhnya untuk Alex?

chap-preview
Pratinjau gratis
Part 1. Merenggut Kehormatan
"Tuan, saya mohon. Jangan lakukan ini! Tolong, Tu–” "Diam!" Sebuah tamparan melayang tepat ke wajah wanita yang kini ada di bawah tubuhnya. "Jika kamu berisik, maka saya akan membunuhmu!" ancam pria itu tak ingin dibantah. Alex melakukannya secara paksa. Membuat Naura menjerit kesakitan kala darah segar mengalir dari area sensitifnya. Dia juga tampak mencengkram kuat kain sprei saat Alex berhasil menerobosnya. Air matanya menetes satu persatu. Kehormatannya yang selama ini dia jaga, akhirnya direnggut paksa oleh majikannya. Berbeda dengan Alex, yang terlihat begitu menikmatinya. Naura justru kesakitan. Namun, dia tak peduli rintihan kesakitan yang dirasakan wanita yang berada di bawah kungkungannya. Alex terus menggoyangkan pinggulnya. Dia baru berhenti saat dirinya sudah mencapai pelepasan. "Aku harus segera pergi sebelum Tuan Alex bangun,” batin Naura saat melihat Alex tertidur setelah menyudahi aktivitas bercinta mereka. Dengan tertatih, Naura memunguti pakaiannya yang berceceran di lantai. Sebelum benar-benar pergi meninggalkan kamar itu, dia sempat menatap punggung polos Alex dengan tatapan pedih. Naura kini tengah diliputi kebimbangan antara tetap bertahan atau pergi dari Mansion itu. Jika dia pergi maka nasib ibunya akan berada di ujung tanduk. Namun, kalau dia tetap bertahan, maka harga diri yang selama ini dijaganya akan hilang bersama dengan nasib keperawanannya. Meskipun Alex sudah merenggut kehormatannya, dia tak berani meminta pertanggung jawaban dari tuannya. Dia yakin, kalau hal itu percuma karena pria itu pasti tak akan mau bertanggung jawab. *** Keesokan paginya, Alex mengumpat. Kepalanya yang berdenyut sakit seolah membuatnya sulit untuk berpikir. "Apa yang sebenarnya terjadi padaku?" tanyanya pada dirinya sendiri. Keningnya mengernyit saat menemukan keadaan kamar yang begitu berantakan, bahkan pakaiannya berserakan di lantai. Tubuhnya pun terlihat polos saat itu. Hanya ditutupi selimut. Matanya kini tertuju pada noda merah di ranjangnya. Dia menjadi semakin bingung hingga memanggil Joy lewat sambungan telepon yang saat itu sudah menunggunya di bawah. Joy adalah orang kepercayaan, sekaligus asistennya. "Apa saya semalam menyewa seorang jalang?" tanya Alex pada sang asisten begitu pria itu masuk ke dalam kamar. "Tidak, Tuan. Memangnya, ada apa, Tuan?" tanya Joy penasaran. "Lantas, siap yang masuk ke dalam kamar saya setelah kamu pulang mengantarkan saya?" Alex bertanya kembali. "Saya tidak tahu, Tuan. Sebentar, saya akan cek dulu di CCTV," ucap Joy dan Alex menganggukkan kepalanya. Pengaruh alkohol di tubuh masih ada, membuat Alex tak sepenuhnya sadar. Dia sama sekali tidak ingat apa yang terjadi padanya. Joy mulai membuka tayangan CCTV di laptop miliknya. Akhirnya dia tahu, kalau wanita itu adalah Naura. Sungguh, dia tidak percaya jika Naura bisa melakukan hal itu. Setelah mendapatkan informasi yang diminta tuannya, Joy masuk kembali menemui Alex. Dia langsung memberi tahu kalau wanita itu adalah Naura. "Naura?" Yang Alex kenal, Naura adalah sosok wanita baik-baik. Dia tidak percaya jika Naura berani masuk kamarnya. Alex tidak yakin kalau Naura masih perawan. "Panggil wanita itu dan suruh temui saya!" perintah Alex kepada Joy. Joy langsung menemui Naura dan mengatakan kalau Alex ingin bicara padanya. Hal itu membuat Naura merasa ketakutan. Dia takut untuk bertemu Alex, sosok majikannya yang arogan dan begitu menakutkan. Namun, Joy memaksanya. Jika dia menolak, Alex akan sangat marah padanya. Hingga akhirnya, Naura terpaksa menemui Alex di kamarnya "Ternyata, aku memperkosanya. Ya Tuhan, rendah sekali aku ini. Bisa-bisanya aku bercinta dengan seorang pelayan. Apa nantinya, kedua orang tuaku bisa menerima Naura jika dia menjadi istriku? Aku harus bicara dengan Naura. Aku akan meminta dia untuk menikah kontrak denganku, apalagi semalam aku tidak memakai pengamanan. Jika dia hamil, aku tidak perlu lagi mencari wanita lain untuk mengandung benihku." Alex memutuskan setelah memikirkan semuanya. Tiba-Tiba suara ketukan pintu menyadarkan lamunan Alex. Sejak masuk kamar, Naura tampak menunduk. Dia tidak berani menatap wajah majikannya yang terlihat begitu dingin. Sorot mata Alex tampak tajam saat memandangnya. "Apa benar semalam kita sudah melakukannya?" Alex langsung to the point. Dia ingin tahu kejujuran Naura. "Maksud Tuan apa? Saya tidak paham. Kita tidak pernah melakukan apa pun,” jawab Naura berkata bohong. "Jangan bohong! Joy sudah melihatnya. Joy, tunjukkan padanya, tayangan CCTV yang sudah kamu lihat! Wanita di hadapan saya ini sepertinya berniat membohongi saya," ucap Alex terdengar ketus. Tubuh Naura sampai bergetar. Keringat bercucuran membasahi wajahnya. Dia begitu ketakutan. Dia takut kalau nantinya Alex akan memecatnya. Naura terpaksa bertahan karena dia membutuhkan uang untuk biaya pengobatan mamanya yang sedang sakit. Gajinya saja sebenarnya tak cukup. "Maafkan saya, Tuan. Saya terpaksa berbohong. Saya mohon sama Tuan, tolong jangan pecat saya! Saya butuh uang untuk biaya pengobatan mama saya," ucap Naura diiringi isak tangis. Alex menyeringai licik. Dia menilai, dalam posisi seperti sekarang ini, Naura pasti akan menerima tawarannya. Tawaran untuk menikah kontrak dengannya. Alex ingin memiliki seorang anak. Jadi, dia tak perlu lagi mencari wanita lain untuk mengandung benihnya. "Joy, saya ingin kamu menyiapkan kontrak pernikahan kami! Saya akan menikah dengan Naura secepatnya," ucap Alex kepada Joy. "A-apa, menikah?" Naura berkata pelan. Namun, masih terdengar Alex dan Joy saat itu. "Lahirkan anak untuk saya dan saya akan membayarmu lima milyar! Setelah anak itu lahir, kamu boleh pergi dari hidup saya dan tinggalkan anak itu!" Naura tampak terkejut. Tawaran itu menurutnya terdengar cukup gila. Hamil dan melahirkan, lalu meninggalkan anak yang selama sembilan dikandungnya, apa dia bisa bertindak setega itu? Memikirkannya, Naura masih diam tanpa bisa berkata apa-apa. “Ingat! Kita hanya menikah kontrak dan jangan pernah berharap kalau saya akan mencintaimu! Kamu hanya wanita yang saya beli untuk mengandung benih saya," ucap Alex dengan angkuhnya. "Ta-tapi, Tuan." "Tidak ada tapi-tapian, kamu harus terima tawaran ini! Semalam saya tidak mengenakan pengaman sama sekali, saya yakin benih saya pasti akan berkembang di rahimmu. Saya tidak akan membiarkanmu pergi membawa anak saya," sahut Alex dengan tegas. Sorot matanya begitu tajam hingga membuat Naura semakin gugup. Naura masih ragu. Di satu sisi, dia membutuhkan uang yang banyak. Namun, di sisi lain, dia sangat mengenal siapa laki-laki di hadapannya. Apakah dia mampu hidup bersama laki-laki yang sangat kejam itu? Baru membayangkannya saja, sudah begitu mengerikan. "Pergilah! Kamu bisa kembali bekerja dan ingat! Jangan pernah berani pergi dari Mansion ini!" ancam Alex penuh penekanan. Naura pun akhirnya pergi meninggalkan kamar. Sementara itu, Joy masih terlihat ragu dengan keputusan bosnya itu. "Tuan yakin, mau menikahi Naura? Dia hanya seorang pe–" Ucapan Joy terhenti karena Alex memotongnya. "Pasti kamu ingin mengatakan, kalau Naura hanyalah seorang pelayan, 'kan?" Alex berkata, dan Joy membenarkan ucapan bosnya itu. "Semua sudah terjadi dan saya tidak mungkin membiarkan dia pergi begitu saja. Saya sudah menginginkan seorang anak. Jika tidak, saya akan kehilangan harta kekayaan orang tua saya," jelas Alex menerangkan. "Tapi Tuan, bagaimana nanti dengan kedua orang tua, Tuan? Pasti mereka akan menolak keputusan, Tuan." "Untuk urusan itu, biar nanti saya yang memikirkannya! Tugas kamu sekarang hanya mengurus pernikahan saya dengan Naura saja," sahut Alex dan Joy tak berkata-kata lagi. Mendengar perintah Alex, Joy pun memilih diam. Baginya, tidak mungkin mencampuri urusan bosnya terlalu jauh. Dia hanya perlu menjalankan tugas yang diperintahkan padanya saja.

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

Hasrat Meresahkan Pria Dewasa

read
30.9K
bc

B̶u̶k̶a̶n̶ Pacar Pura-Pura

read
155.8K
bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
189.2K
bc

TERNODA

read
199.1K
bc

Dinikahi Karena Dendam

read
234.0K
bc

Setelah 10 Tahun Berpisah

read
66.1K
bc

My Secret Little Wife

read
132.3K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook