Naura menggelengkan kepalanya. Dia tak ingin berkontak fisik dengan Alex lagi. "Iya, aku tak akan memaksa. Lagipula, kamar ini sangat tak nyaman. Kita menginap di hotel saja, dan besok kita kembali ke Jakarta," ucap Alex. "Oh iya, hampir saja aku lupa untuk meminta maaf padamu. Maafkan atas perbuatan aku dulu padamu. Aku tahu, pasti sikap aku waktu itu telah melukai hati kamu, dan aku sudah menyadarinya." Alex menarik tangan Naura, dan mengajaknya duduk di tepi ranjang. Sikapnya begitu manis. Namun, Naura berusaha untuk tidak terhanyut. Dia tak ingin, nantinya akan semakin terluka. Kini tangan Naura sudah dalam genggamannya. "Aku sudah sadar, kalau aku mencintai kamu. Aku gak mau kehilangan kamu lagi. Bagiku sekarang, kamu bukan hanya istri kontrakku yang hanya mengandung benihku. T

