Part 31. Jujur

851 Kata

Part 31. Jujur Bara langsung berdiri ketika merasakan tangan Nadia bergerak. Ia menatap gadis itu dengan harap-harap cemas. Mata indah itu perlahan terbuka hingga Bara tersenyum lega. Setelah sejam menunggu, akhirnya Nadia sadar juga. Sejak tadi dia takut. Takut Nadianya kenapa-napa. "Kenapa membawaku ke sini??" tanya Nadia pelan tapi mampu di tangkap oleh indra pendengaran Bara. "Kepalamu, sayang. Kepalamu tadi berdarah. Mana mungkin aku tidak membawamu ke rumah sakit. Aku takut kamu kenapa-napa." Nadia menyengir hingga Bara yang tadinya kesal geleng-geleng kepala dengan tingkah manis pacarnya. "Aku haus." Bara dengan sigap membantu Nadia duduk dan mengambilkan air yang berada di atas nakas. Nadia menyedot air tersebut hingga habis setengah. Ketika Bara hendak membantunya kembali

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN