Kayra bangun dari tidurnya dengan senyum yang mengembang. Tadi malam dia bermimpi indah seakan dia tengah di padang rumput sambil menikmati aurora. Kayra mendapat mimpi seperti itu tentu karena Calixto. Perasaan senang itu tidak bisa dia elakkan. “Apa yang akan terjadi dengan perubahan status ini?” Kayra mengangkat selimutnya hingga menutupi hidungnya. Kepala Kayra mulai membayangi hal-hal yang sebelumnya dia tolak mentah-mentah. Membayangkan dirinya dengan Calixto melakukan apa yang sepasang kekasih lakukan tanpa merasa canggung membuat pipi Kayra terasa memanas dan semakin lama semakin panas hingga Kayra sendiri tidak tahan. “Aaaaa!” Kayra menutup wajahnya dengan selimut. “Aku bingung harus bersikap bagaimana!” pekiknya. Bunyi alarm yang Kayra pasang di ponselnya berdering. Ternyata

