48. Gloomy

1800 Kata

Calixto memandangi punggung Kayra yang menjauh. Dia sudah melakukan kesalahan. Dia membuat Kayra marah sampai memilih pergi seperti itu. Pergi begitu saja tanpa menoleh ke arahnya. Padahal Kayra selalu menoleh ke arah mobilnya saat dirasa sosoknya tidak akan bisa dilihat lagi. Calixto menjatuhkan kepalanya di atas stir. Dia memang buruk dalam berinteraksi dan buruk dalam menyampaikan keinginannya. Dia tahu jika Kayra bukan seseorang yang akan menerima uang begitu saja, tapi dia juga tidak tega jika Kayra harus bekerja hingga tidak memiliki waktu untuk beristirahat. Dia tidak ingin Kayra sampai sakit, apalagi di musim dingin seperti ini. Dan tanpa pikir panjang dan dengan keegoisannya, dia malah menawarkan sesuatu yang terlintas begitu saja kepalanya. Dia tidak menyangka jika Kayra akan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN