Salju turun tadi malam cukup deras dan esok paginya, semua sudah terlihat putih di pandangan. Bagi seorang yang biasa hidup di negara yang dua musim, Kayra selalu bersemangat untuk keluar bermain salju. “Mau ke mana?” tanya Juli yang baru saja bangun. Dia tampak kelelahan karena tadi malam mereka maraton drama Korea. “Ke luar.” “Dingin tau, mending tidur.” “Aku pakai jaket kok.” “Ya udah hati-hati.” Jaket yang Kayra kenakan cukup tebal karena dia memang tidak begitu tahan dengan hawa dingin saat salju sudah turun seperti ini. Melihat dirinya yang suka bermain salju tapi tidak tahan dingin membuat Kayra kadang berpikir jika dirinya memang kampungan. Di depan halaman asrama Kayra berdiri memandangi salju yang menutupi permukaan tanah. Dengan pelan dan penuh kehati-hatian Kayra menurun

