“Kalau kamu mau pergi nemuin sugar daddymu, seharusnya lebih hati-hati biar orang-orang enggak berspekulasi aneh-aneh.” Kayra menumpuk buku pelajarannya yang akan dibawanya hari ini dengan kasar. “Aku enggak punya sugar daddy dan tadi malam aku tidur di hotel,” katanya ketus. Dia sudah menduga jika Juli akan tetap seperti ini, tapi tetap saja dia merasa sakit hati mendengarnya. “Ya siapa yang tahu pikiran orang lain? Bisa saja ada yang berpikir seperti itu, kan?” Kayra mengambil napas panjang dan menghembuskannya dengan berat. “Aku tidak perlu menjelaskan pada seseorang yang tidak menyukaiku karena itu sia-sia saja.” Perkataan Kayra membuat Juli merasa tersinggung. Juli merasa dia sudah sangat peduli dengan memperingati Kayra agar tidak keluar dari asrama dengan ekspresi kesal seper

