68. Keluar

1905 Kata

Kayra yang tengah memainkan ponselnya untuk memesan kamar hotel tersentak kaget saat dia melihat ada air yang jatuh di atas layar ponselnya. Kayra memegangi pipinya yang sudah basah oleh air mata. Buru-buru Kayra mengusap air matanya dan mendongak agar air matanya tidak jatuh lagi. Tapi saat itu juga dia malah teringat hal-hal yang membuat dadanya malah terasa sesak. Sangat sesak sampai-sampai membuat Kayra menjatuhkan kepalanya ke atas meja karena dia tidak bisa membendung lagi tangisnya. Untuk beberapa saat Kayra menangis dalam diam hingga akhirnya dia merasa lebih bisa menguasai dirinya dan kembali mencari hotel yang nyaman dan murah. Dan setelah beberapa saat mencari, Kayra akhirnya berhasil memesan satu kamar hotel. “Sekarang mau tidak mau aku pesan taksi.” Untuk malam ini saja K

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN