Sepi dan sunyi. Tidak ada pembicaraan yang terjadi antara Calixto dan Mia. Mereka berdua tidak bertegur sapa. Bahkan saat saling menatap, Mia terlihat sangat enggan. Sedangkan Calixto, dia tampak tanpa emosi. Calixto tidak mengerti kenapa Mia harus sampai marah, padahal dia hanya minta penjelasan saja. Itu membuatnya tampak seperti seorang pembohong. Suara alat makan yang dilepaskan dengan sembarang membuat Calixto mengangkat pandangannya. Mia sekarang menatap Calixto dengan serius. “Ada yang ingin kukatakan,” ucap Mia. “Katakanlah.” “Aku akan membuat ruang kerjaku menjadi kamar tidurku.” Ruang kerja Mia sebelumnya adalah kamar tidur yang sengaja diubah agar Mia memiliki tempat kerjanya di rumah dan di dalam ruang kerja itu, Mia memiliki banyak hal di dalamnya. Tapi sekarang Mia ingi

