“Kepalaku panas setelah praktikum tadi.” Amanda menyandarkan kepalanya di bahu Kayra. “Aku ingin langsung tidur begitu sampai di kamar asramamu.” “Kenapa tidak tidur di kamar asramamu saja?” Kayra menyingkirkan kepala Amanda di bahunya itu. “Malas. aku sudah tidak memiliki kuncinya juga.” Kembali Amanda menyandarkan kepalanya di bahu Kayra. “Iya, iya, tapi jangan taruh kepalamu di bahuku saat berjalan seperti ini!” Kepala Amanda hanya akan menambah bebannya saja. “Tapi aku suka.” Amanda mengerucutkan bibirnya. Setelah berjalan selama beberapa menit, mereka akhirnya tiba di dalam asrama Kayra. “Kenapa tidak di makan?” tanya Amanda pada makanan yang ada di atas meja belajar Kayra. Kayra yang baru saja selesai menggantung jaketnya. Dia tertegun melihat sarapan yang sebenarnya dia siapk

