“Kenapa?” Raut wajah Irene yang tiba-tiba berubah membuat Kayra merasa khawatir. Irene meletakkan ponsel yang sedari tadi dia pegang. Lalu dengan nada yang penuh penyesalan Irene mengatakan, “Maaf….” Hanya mendengar kata maaf saja Kayra seakan langsung mengerti ke mana arah pembicaraan Irene. “Maaf karena dia mendadak ada pekerjaan,” sesal Irene. Dia juga tidak menyangka hal ini terjadi. “Tidak apa-apa. Aku juga sebenarnya malu untuk makan malam dengannya. Dan aku juga senang bisa makan malam denganmu.” “Baiklah aku tidak akan memaksamu lagi untuk bertemu dengannya. Dia memang orang yang seperti itu.” Kayra mengangguk mengerti. Kayra ingat betul bagaimana awal hubungan Irene dengan sugar daddynya itu. Jadi tidak heran jika pria itu tidak cukup banyak memiliki waktu untuk Irene. Iren

